Bis Panggung Tiga Rambu, Mudahkan Hasrat Sambangi Para Fans

Posted: April 19, 2011 by falsdedik in Uncategorized

Manuvernya mantap, tidak ada kesan”keberatan badan”, meski memanggul tak kurang satu ton beban plat besi yang bisa disulap menjadi panggung pada bagian badan belakang bus ini. Belum lagi ada tak kurang enam kru, peralatan sound system, termasuk beberapa alat musik di kabin penumpang.

Soal badan, tak diragukan. Mengetuk-ngetuk badan kendaraan ini terasa lebih banyak unsur besinya, ketimbang seng atau kaleng. Pada pengalaman pertamanya, bus ini tampak tangguh melahap ruas-ruas jalan yang dilaluinya saat Iwan Fals menggelar safari religinya ke beberapa pesantren di tujuh kota di Jawa Tengah.

Sepintas mobil ini tak terlalu berbeda dengan bus lainnya, atau malah sekilas mirip OB Van. Apalagi, bagian kabin penumpangnya juga dilengkapi kaca-kaca jendela. “Berkonsep rumah”, urai Ajum, pengemudi bus panggung sekaligus orang yang diberi tanggung jawab merawat dan memonitor bis panggung ini.

Dari sisi mesin, kendaraan ini bermesin standar Mitsubshi Canter baru, 3000 CC dengan tarikan maksimal 136 tenaga kuda. Demikian pula dengan kemudi yang masih standar dan dilengkapi dengan sistem power steering, sehingga cukup nyaman mengendalikannya.

Uniknya, bis ini tidak sekedar sebagai kendaraan angkut Iwan Fals dan kru, melainkan bisa disulap menjadi sebuah panggung mini pada bagian belakangnya. Jadi, untuk menggelar konser akan lebih mudah.

Mengendarai bis ini, terasa amat nyaman, karena kendaraan telah melewati berkali ubahan atau rombakan. Utamanya pada bagian kaki-kakinya.

Suspensi Di-Upgrade
Menurut Ajum, kenyamanan yang sekarang tercipta di kendaraan ini ketika sedang beroperasi, sudah melalui beberapa kali rombakan pada enam roda di kaki-kakinya. Pada awalnya suspensi bis ini terlalu ‘lemas’. Sehingga pihaknya menambahkan dua lembar per lurus pada suspensi bagian belakang, dan menambahkan satu lembar per pada masing-masing kaki depan.

Penambahan sistem suspense baru ini, cukup beralasan. Awal mengendarainya menurut Ajum, mobil terasa liar saat melahap tikungan-tikungan di Jawa Tengah. Akhirnya beberapa kali modifikasi di sektor kaki, dilakukan.

Kendati sudah terkesan nyaman, bagi Ajum, pihaknya masih terus menguji coba kendaraan tersebut, jika nanti bis digunakan di luar Jawa. “Masih dimungkinkan ada perubahan suspensinya, karena ada niat akan digunakan di luar pulau jawa.” urainya.

Bawa Tempat Tidur
Unsur ubahan, tak hanya tampak pada kaki-kaki kendaraan. Kendaraan ini juga didesain sebagai tempat istirahat yang nyaman. Kursi-kursi di bagian dalam terutama bagian belakang, bisa dilipat dan membentang cukup luas, hingga menjadi tempat tidur yang nyaman bagi tak kurang tiga kru.

Untuk merubah kursi menjadi tempat tidurpun tidak sulit, cukup dengan membebaskan engsel kuncinya di sebelah kiri kursi, lalu tarik bodi kursi. Sejurus kemudian hamparan tempat tidur yang cukup untuk menampung tiga orang sudah membentang

Tak hanya itu, beberapa kursi yang tersebar di sekitar kabin supir bisa diset dengan mudah, mendekati posisi sempurna untuk berbaring, tanpa mesti khawatir dengan kru lain yang duduk di belakangnya.

Terhitung sampai awal September, sebelum bis panggung digunakan untuk konser di kota Cilegon, speedometer kendaraan ini sudah menunjukkan angka 8230 km. Cukup jauh untuk ukuran bis baru, yang datang ke Leuwinanggung awal 2010 ini.

Hal menarik lainnya, penggunaan double AC di dalam kendaraan. Saat parkir akan diaktifkan AC pertama, yang merupakan AC rumah dan lantas dibuatkan dudukan di bagian dalam kendaraan

Sementara saat mobil sedang berjalan, akan difungsikan AC mobil. Konsep AC ganda ini hadir, karena pertimbangan utama pada masalah kesehatan. Ketika bis sedang diparkir, gas buangan dari kendaraan dikhawatirkan jadi polusi pada bagian dalam kendaraan. “Saya juga nggak kepikiran. Ini ide dari bos (Iwan Fals -red),” urai Ajum.

Perlengkapan Pendukung
Dukungan daya yang ada juga mendukung untuk kelancaran sebuah pertunjukan, kendaraan ini membawa genset kompatibel sebesar 5000 watt yang bisa dibawa ke mana-mana. Genset sebesar itu, dinilainya cukup untuk memenuhi kebutuhan kru, ketika kendaraan lego jangkar di tengah belantara sekalipun.

Genset bakal cukup untuk keperluan lampu, memasak, dan AC. Konsumsi bahan bakar generator ini mencapai 1,5 liter/jamnya. “Lumayan irit,” kata Ajum.

Kendaraan ini benar-benar dipersiapkan untuk berpetualang, karena toilet sudah bersistem canggih, menggunakan pompa, untuk pengisian air. Saat bis ada di jalan yang jauh dari peradaban, untuk mengisi air persediaan toilet, pompa bisa menarik air yang ada di sungai. Bahkan dengan ketinggian 20 meter diatas tanah, asalkan ada selang yang cukup.

Dari tabung penampungan pertama hasil air yang disedot akan dipompa ke tabung penampungan selanjutnya, setiap 30 liter. “Ribet memang, namun jika ada di hutan akan terasa manfaatnya,” urai Ajum.

Bagian belakang mobil ini bisa diubah menjadi panggung, dengan ukuran 5×4 meter, dilengkapi dengan tenda pada bagian atasnya, kendati diakui untuk membentangkannya masih semi manual, menggunakan sling.

Mantap Bawa Barang Unik
Bagi Ajum, mengendarai bis ini memang unik. Bukan hanya karena ada Iwan Fals didalamnya. Namun, karena sebagian besar bus panggung memiliki space atau kabin penumpang di bagian tengah yang bisa diubah menjadi panggung.

Bis ini justru satu-satunya yang memiliki panggung di bagian belakang. Dengan kelebihan ini, panggung tetap bisa difungsikan, namun ruangan untuk kabin penumpang tetap luas.

Kendaraan ini, bisa dibawa berjalan di tempat rata maupun jalan rusak karena suspensinya lembut dan bertambah baik. Bahkan diajak menanjak dengan kemiringan hingga 40 derajat pun rasanya oke. Ini sudah dibuktikan ketika menanjak di medan sekitar Garut-Tasikmalaya-Bandung beberapa waktu lalu.

Ajum kelahiran tahun 1956 ini berharap. Hadirnya “monster” Tiga Rambu ini mudah-mudahan makin mendukung kerja tarik suara dari Iwan Fals.

Berbagai kenangan seiring datangnya bus ini juga terukir di benak lelaki asal Sukabumi ini. Baginya kendati belum setahun bekerja sebagai pengemudi bis panggung, dia berharap inilah pelabuhannya yang terakhir.

Ditanya rekor terlama menyetir bis ini, menurutnya dia pernah menyetir semenjak Cirebon menuju Lamongan selama 14 jam. “Intinya, kita bekerja tidak sembrono, pas perhitungan serta tanggung jawab,” urai Ayah empat putra ini, menanggapi pertanyaan modal utama menjadi driver Iwan Fals.

Sumber iwanfals.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s